MENGANTAR DI PINTU RUANG BERCERMIN

Berbagi Cermin Hidup...

Adalah niatanku (dan mereka yang turut berkisah) untuk saling berbagi proses dan hasil perenungan hidup kami. Aku masih seorang pemula, dan pasti juga bukan perintis. Kita teruskan saja apa yang pernah dan masih menjadi baik.
Jika kau bisa menemukan cerminmu di kisah-kisah yang kuceritakan, aku ikut merasa senang. Jika tidak, berbagilah dengan orang-orang lain, karena mungkin seseorang yang lain bisa menemukan cerminnya di situ.
Mari berbagi cermin hidup.

Rabu, 23 November 2011

LAYAR MIMPI


Arr: Endik

Aku tak mau habiskan waktuku nonton TV
Tak usah tekan tombol itu
Awas kawan, layar kan sihir kita
Tebar bius, candu, mimpi dan dusta


Puluhan tahun otak dicuci
Boneka cantik, tampan, elok
Takluk bawah sadarmu mabuk
Seka tetes liurmu kawan!

Aku tak suka nonton TV si layar mimpi
Biar saja ku dibilang ketinggalan jaman
Jaman apa yang kau hidupi?
Pikir lebih dalam

Lihay benar mimpi diumbar
Beli walau tak butuh benar
Percaya walau tak di nalar
Bajik dan licik pun kian tersamar

Politik, gosip, ajang gaul
Mistis, sinetron, produk masal
Komedi, ramal nasib, pamer amal
Riuh pelangi mimpi dijual

Aku tak suka nonton TV si layar mimpi
Biar saja ku di bilang ketinggalan jaman
Jaman apa yang kau hidupi?
Pikir lebih dalam

(Wapres, 021008)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar