MENGANTAR DI PINTU RUANG BERCERMIN

Berbagi Cermin Hidup...

Adalah niatanku (dan mereka yang turut berkisah) untuk saling berbagi proses dan hasil perenungan hidup kami. Aku masih seorang pemula, dan pasti juga bukan perintis. Kita teruskan saja apa yang pernah dan masih menjadi baik.
Jika kau bisa menemukan cerminmu di kisah-kisah yang kuceritakan, aku ikut merasa senang. Jika tidak, berbagilah dengan orang-orang lain, karena mungkin seseorang yang lain bisa menemukan cerminnya di situ.
Mari berbagi cermin hidup.

Rabu, 23 November 2011

SETETES IMAN

Siapa itu yang aku diri hamba hina?
Tapi bermain kuasa melebihi-MU?
Siapa itu yang tunduk berdoa?
Lalu hidup sia-sia dalam nafsu?


KAU sendiri bebaskan kami memilih
Tapi banyak yang dipaksa buang mimpinya
Atas nama budaya, agama dan bakti.
Semua percaya ‘kan masuk surga-MU.

Serukan cintailah sesama!
Tapi sejarah bersimbah darah.
Dan sialnya si raja alam raya
Tak kendalikan hasrat menjarah.

Manusia penjarakan ada-MU.
Dalam sempitnya paham mereka.
Berhitung pahala timbang amal
Tuk tawar-menawar berkah-MU.

Semua yang dulu kupercaya.
Satu persatu sirna.
Tinggal setetes iman
Sebelum jiwa ini punah.
Dan hidup jadi sia-sia.
Ajari aku ya SANG MAHA
Mulai belajar dari mula
Pada-MU saja ku mau percaya.

(JP, 30 Sept 08)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar