Debat gencar berlangsung di antara para murid mengenai mana tugas yang paling berat melebihi segala: Menulis apa yang diwahyukan oleh Tuhan sebagai Kitab, mengerti apa yang diwahyukan oleh Tuhan di dalam Kitab, atau menerangkan Kitab kepada orang lain setelah sendiri mengerti.
Sang Guru menjawab, ketika ditanya pendapatnya.
“Aku tahu akan tugas berat melebih salah satu dari tiga itu.”
“Dan itu apa?”
“Mencoba membuat kepala-batumu itu melihat realita seperti apa adanya.”
(Sejenak Bijak, Anthony de Mello SJ)