Berbagi Cermin Hidup... Adalah niatanku (dan mereka yang turut berkisah) untuk saling berbagi proses dan hasil perenungan hidup kami. Aku masih seorang pemula, dan pasti juga bukan perintis. Kita teruskan saja apa yang pernah dan masih menjadi baik. Jika kau bisa menemukan cerminmu di kisah-kisah yang kuceritakan, aku ikut merasa senang. Jika tidak, berbagilah dengan orang-orang lain, karena mungkin seseorang yang lain bisa menemukan cerminnya di situ. Mari berbagi cermin hidup.
Apa kau pernah
merasakan ketertarikan yang kuat pada seseorang, lalu kau tidak/belum berani
menyatakan isi hatimu padanya, dan di satu titik kau merasa bahwa (karena
perhatian khusus yang kau berikan padanya tidak berbalas-padan) kau harus memulai,
walau dengan berat hati, melepaskan dia, meredakan gemuruh perasaan dan
hormonmu, dan mencoba berteman lagi saja dengannya?
Kenapa Mah, dia
turun banyak sekali dan lama sekali seperti ini? Lihat tuh di tivi, Mah. Orang-orang
kan jadi kebanjiran, harus angkut-angkut barang pindah rumah.
Jari dan mataku sibuk dengan gadget.
Maaf saja, aku ogah bajuku yang bagus dan alat-alat elektronikku basah. Lebih
baik cari tempat berlindung, lalu update
status. Mandi hujan itu cuma buat anak-anak kampung yang nggak ada hiburan
lain.
“Apa yang akan
terjadi kalau manusia tidak ada di mana pun?” tanya Josie Glausiusz, editor
majalah Discover pada Alan Weisman di
tahun 2004, setelah Josie membaca kembali tulisan Alan di tahun 1994 untuk
majalah Harper tentang kondisi Chernobyl 8 tahun setelah ditinggalkan manusia karena
kebocoran sebuah reaktor nuklir.
Bukan sebuah film yang tergolong luar
biasa, menurutku. Tapi membawaku berpikir kembali tentang
kemungkinan-kemungkinan terburuk dari penjajahan manusia terhadap bumi ini. Di
film ini, The Day, kita disuguhkan gambaran
jaman di mana manusia mulai menyantap manusia lainnya. Kanibalisme.
Aku menatap layar komputer. Angka di situs
web National Geographic menunjukkan pertambahan dua sampai tiga point tiap
detiknya. Statistik pertambahan populasi manusia penduduk dunia tiap detik.
Sekarang, pada tanggal 15 Desember 2012, sudah mencapai 7.087.415.566.
Mereka tidak
percaya kalau aku tidak punya ruang untuk rasa rindu. Mereka bertanya padaku
apakah aku tidak punya rasa rindu pada orang-orang yang kutinggalkan selama aku
terus saja berjalan.
Kau tersenyum lesu, nampak
lelah. “Sebenarnya tidak empat belas tahun, tapi dua puluh tahun.” Kau
mengajakku berhitung dari dua tahun awal hubungan kalian, lalu empat belas
tahun masa penantian ditambah empat tahun hubungan kalian belakangan ini, sebelum
akhirnya kandas.